Selasa, 18 Desember 2018

Peranan Kepala Sekolah dalam Memajukan Kinerja Pendidikan di SDN Pedurungan Kidul 04


A.      Pendahuluan
Tenaga kependidikan di SD Negeri Pedurungan Kidul 04 terdiri dari kepala sekolah, guru, pramu bakti dan penjaga sekolah.Kepala sekolah menduduki posisi sangat penting dalam menunjang keberhasilan pengelolaan sekolah.Direktorat Tenaga Kependidikan senantiasa memberi perhatian amat serius dalam upaya mendukung perwujudan kepala sekolah yang profesional, produktif, berdedikasi tinggi, sejahtera, dan memiliki rasa aman dalam menjalankan profesinya.
SD Negeri Pedurungan Kidul dipimpin oleh Hirnowo, S.Pd. sejak April 2018 sampai sekarang merupakan salah satu sekolah yang sedang berkembang menuju sekolah berkualitas. Hal ini didukung oleh jumlah siswa 247 siswa dan 9 orang tenaga pengajar yang berpendidikan S1 dan D2 dengan fasilitas berbagai kegiatan ekstra seperti pramuka, bahasa inggris, karate, volley dan masih banyak pengembangan diri yang diajarkan di SDN Pedurungan Kidul 04.
SDN Pedurungan Kidul 04 juga memiliki Visi yakni Menjadi Sekolah Dasar Negeri yang unggul dalam prestasi, berkarakter cinta tanah air dan bangsa, beriman, berwawasan dan sadar lingkungan, kompetitif di tingkat global berlandaskan kearifan lokal. Serta memiliki misi sebagai berikut.
a)     Meningkatkan potensi diri untuk meraih prestasi dalam bidang akademis dan non-akademis secara nasional melalui pembelajaran berbasis siswa (UNGGUL DALAM PRESTASI)
b)     Mendorong dan membantu siswa untuk giat belajar, melaksanakan penelitian melalui optimalisasi perpustakaan dan laboratorium (UNGGUL DALAM PRESTASI)
c)        Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (UNGGUL DALAM PRESTASI)
d)   Menerapkan pembelajaran yang berkarakter serta menjunjung tinggi nilai budaya daerah dan nasionalisme (BERKARAKTER CINTA TANAH AIR DAN BANGSA)
e)    Menumbuhkan kreatifitas terhadap budaya bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler olahraga, kesenian, dan ketrampilan (BERKARAKTER CINTA TANAH AIR DAN BANGSA)
f)        Menerapkan pembelajaran yang menuju pada peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan nilai- nilai keagamaan serta budi pekerti luhur (BERIMAN)
g)  Menumbuhkembangkan sikap sadar lingkungan dalam pembelajaran yang berkelanjutan (BERWAWASAN DAN SADAR LINGKUNGAN)
h)    Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang berstandar nasional serta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman (BERWAWASAN DAN SADAR LINGKUNGAN)
i)   Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara professional (KOMPETITIF DI TINGKAT GLOBAL BERLANDASKAN KEARIFAN LOKAL)
Adapun Tujuan yang di ingin kan oleh Hirnowo yakni
1.        Aspek Fisik
a)      Melatih peserta didik untuk disiplin dan bermotivasi tinggi agar mampu   bersaing di dunia internasional.
b)      Membangun budaya sekolah yang disiplin sesuai standar yang berlaku secara universal (mis: menghargai waktu, budaya antri, mengerjakan tugas tepat waktu, menghargai orisinalitas, taat pada peraturan sekolah dan negara, berani mengambil resiko, dll).
c)      Merangsang peserta didik agar selalu berorientasi pada prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
d)      Membuka wawasan peserta didik agar dapat membandingkan kemajuan di negaranya dengan kemajuan di negara-negara lain.
e)   Menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.
2.        Aspek Intelektual
a)       Mendorong guru untuk menggunakan multi metode (termasuk riset, penulisan karya ilmiah, dan pembelajaran dengan eksperimen)
b)  Mendorong peserta didik untuk menggali keterkaitan antara etika, sains, estetika, dan teknologi (misalnya kloning)
c)     Mendorong peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan interaksi antara kurikulum dengan kehidupan nyata (seperti pelayanan masyarakat, kepedulian lingkungan, pendidikan kesehatan dan sosial)
d)   Mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik dengan sekurang-kurangnya satu bahasa asing
e)         Menciptakan komunitas dwi-bahasa (Bilingual Community) dalam sekolah.
f)    Mendorong siswa agar mampu mengkomunikasikan gagasan, baik dalam bahasa asing maupun dalam bahasa ibu secara lisan dan tulisan
g)   Mendorong siswa agar mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.
h)        Menciptakan situasi “sadar” ICT di sekolah.
3.        Aspek Sosial
a)   Mendorong peserta didik mengerti mengenai masalah-masalah sosial dan berperan aktif dalam memecahkannya.
b)        Menumbuh kembangkan sikap sadar lingkungan dalam pembelajaran yang berkelanjutan
c)     Menyiapkan peserta didik menjadi warga dunia yang bangga terhadap budaya bangsanya, mampu berpikir kritis dan holistik, memecahkan masalah, mandiri serta dapat berkerja sama dengan orang lain
d)        Mendorong siswa agar mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
e)   Membiasakan siswa untuk berdiskusi agar bersedia menerima perbedaan pendapat dan bekerja sama dengan orang lain
f)      Mendorong siswa agar mampu mandiri dan dapat menjalin kerja sama baik dengan orang lain maupun bangsa lain
g)   Mendorong siswa agar dapat mengapresiasi karya budaya bangsa Indonesia dan bangsa lainnya
4.        Aspek Spiritual
Mengembangkan peserta didik menjadi manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, dan menjadi warga Negara yang demokratis.

Peran kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan bukan hanya sebagai leader, tetapi juga sebagai manager dan enterpreuneur.Sebagai leader, kepala sekolah harus tampil sebagai sosok pemimpin yang berwibawa, tangguh, tegas, cekatan, menjadi tauladan, dan tepat dalam mengambil keputusan.
Sebagai manager, sosok kepala sekolah diharapkan mampu berperan dalam mengorganisasi dan mengoptimalkan seluruh potensi sekolah, termasuk merubah mind-set para guru untuk membawa mereka menuju ke arah kemajuan.Ini merupakan pekerjaan yang sangat mendasar, apalagi banyak guru kita yang menggeluti pekerjaannya karena terpaksa, bukan cita-cita sejak kecil.Hal ini menjadi tugas penting kepala sekolah untuk menggerakkan mereka agar sekolahnya menjadi maju dan berprestasi.Selain itu, sosok manajer juga menuntut kepala sekolah mampu membangun sinergi dengan para stakeholders.Kepala sekolah juga harus bisa mengevaluasi kinerja yang ada di dalamnya, sekaligus mengatasi berbagai kendala yang merintanginya. Sedangkan sebagai enterpreuneur, peran kepala sekolah dituntut mampu memiliki jiwa yang kreatif, inovatif, dan selalu ingin memajukan pendidikan yang ada di sekolah yang dipimpinnya.
Keberhasilan merengkuh prestasi adalah berkat dukungan yang bersifat internal maupun eksternal. Dukungan internal antara lain berupa: motivasi untuk aktualisasi diri, kerjasama yang sinergis dalam keluarga, dan keinginan kuat untuk menjadi contoh dan motivator bagi siswa dan guru. Sedangkan dukungan eksternal mencakup: sekolah yang dikelola, guru secara umum memiliki semangat untuk maju, siswa memiliki potensi bagus untuk dikembangkan, serta dukungan yang cukup besar dari orangtua, komite sekolah, dan masyarakat.

B.       Permasalahan yang Dihadapi
Pada saat Hirnowo mengawali tugasnya di SDN Pedurungan Kidul 04 (2018) kondisi bangunan fisiknya 60% dan sisanya sedang dalam perbaikan..Bangunan sekolah terdiri dari delapan kelas, satu ruang serbaguna, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah dan satu ruang perpustakaan.Bangunan sudah tembok dan atap bergenting dengan plafon yang sudah rapi, Tetapi, ketinggian lantai setiap kelas di bawah ketinggian halaman sekolah, sehingga jika hujan limbah air hujan masuk ke dalam kelas dan lumpur mengakibatkan mengganggu KBM.Kurangnya air bersih dalam sekolah juga sedikit mengganggu.Halaman sekolah yang masih tanah apabila hujan becek jika kemarau berdebu karna masih dalam perbaikan halaman dan sedang ditinggikan, kondisi sekolah masih terbuka artinya belum ada pagar sekolah.Keadaan guru pengajar di SDN Pedurungan Kidul 04 terdiri dari lima guru PNS dan beberapa guru NON ASN.
Sekolah tersebut juga belum memiliki sarana penunjang belajar yang memadai, seperti komputer, laboratorium, lapangan olahraga, dan lain-lain.Adapun kurikulum pembelajaran yang diterapkan di SDN Pedurungan Kidul 04 yaitu penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sehingga memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, antara lain Contextual Teaching and Learning (CTL), Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan (PAIKEM), dan memanfaatkan Information Communication Technology (ICT).
Kurikulum SD Negeri Pedurungan Kidul 04 merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh SD Negeri Pedurungan Kidul 04 yang terdiri dari Tujuan, Visi, dan Misi Pendidikan SD Negeri Pedurungan Kidul 04, Struktur dan Muatan Kurikulum, serta Kalender Pendidikan SD Negeri Pedurungan Kidul 04. Dalam Penyusunan Kurikulum ini, SD Negeri Pedurungan Kidul 04 berorientasi pada panduan yang disusun BSNP dan kondisi lingkungan dengan menerima berbagai masukan dari beberapa pihak, diantaranya para guru, Komite Sekolah, dan Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS).

C.      Strategi Pemecahan Masalah
Berangkat dari persoalan-persoalan tersebut, Hirnowo lantas menggulirkan tujuh strategi untuk melakukan optimalisasi pengelolaan sekolah, yakni peningkatan kualitas MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan kualitas proses belajar mengajar (metode PAKEM dan bilingual), peningkatan sarana dan prasarana belajar, peningkatan kegiatan ektrakurikuler, peningkatan sistem informasi dan manajemen, dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Sejak memimpin sekolah tersebut, Hirnowo selalu melibatkan guru, komite sekolah, pengawas sekolah, dan orangtua siswa dalam menyusun program sekolah. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, ia telah merekomendasikan guru untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi serta memberikan pelatihan untuk para guru agar guru di SDN Pedurungan Kidul 04 lebih professional lagi. Para guru juga ditingkatkan kompetensinya, baik dalam penyusunan Kurikulum 2013, Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dan pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Tecnologi), pembuatan alat peraga sederhana, penggunaan komputer dan internet, hingga kemampuan kompetensi lain.
Hirnowo juga telah berhasil memberbaiki sekolah dengan cara meninggikan halaman sekolah agar rata dengan jalan dan menjadi tampak lebih baik. Dana renovasi bangunan sekolah tersebut ada yang berasal dari pemerintah (MOU dan DAK), ada pula yang berasal dari sumbangan orangtua murid.Kerjasama yang apik pun diranjang nya untuk memajukan sekolah SDN Pedurungan Kidul 04 menjadi sekolah Adiwiyata.
Selain itu, SDN Pedurungan Kidul 04  juga bergelimang prestasi, yang diperoleh oleh siswa, baik di tingkat kecamatan hingga kota. Hirnowo berharap SDN Pedurungan Kidul 04 tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik saja melainkan dibidang kesenian dan olahraga.

D.      Faktor Pendukung
Peran serta masyarakat, komite sekolah, dan masyarakat sekolah merupakan modal utama dalam menentukan keberhasilan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu,  Hirnowo menyadari dalam hal ini untuk meningkatkan keberhasilan sekolah selalu melibatkan mereka dalam musyawarah sekolah. Hal ini dapat dilihat dari setiap kali menentukan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) selalu melibatkan komite sekolah.

E.       Langkah-langkah kegiatan
Upaya dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut adalah memberdayakan peran serta komite sekolah dengan masyarakat serta tenaga pendidikan yang ada di SDN Pedurungan Kidul 04. Adapun langkah –langkahyang dilakukan sebagai berikut.
1.        Mengadakan musyawarah dengan guru dan komite sekolah.
2.        Mengadakan musyawarah dengan masyarakat utamanya orang tua wali murid.
3.    Hasil musyawarah  antara orang tua murid dengan komite untuk menyetujui kegiatan yang direncanakan sekolah beserta dukungan pendanaannya.

F.       Hasil yang Dicapai
Selama 8 bulan memimpin SDN Pedurungan Kidul 04, sudah banyak sekali hasil yang telah dicapai baik dari kondisi fisik bangunan sekolah maupun prestasi siswa juga kompetensi guru. Adapun yang telah dicapai dalam pengembangan kondisi fisik antara lain:
1.        Meninggikan sekolah dengan membuat proposal kepada dinas BBWS
2.        Membuat proposal kepada perusahaan besar disekitar sekolah untuk membuat pagar sekolah
3.        Penanaman pohon buah sebagai peneduh / penghijauan sekolah.
4.        Pemasangan paving di halaman sekolah
5.        Pembenahan saluran air dan sanitasi
6.        Pembangunan sumur bor
7.        Pemasangan jaringan instalasi internet untuk kesejahteraan dalam menjalankan pekerjaan.
8.        Perencanaan pembuatan taman sekolah
9.        Pembangunan kamar mandi tambahan untuk siswa
10.    Pembangunan Mushola untuk pengembangan karakter siswa.
Adapun dalam hasil prestasi siswa antara lain:
1.        Juara 1 O2SN Senam Lantai Putra (2018)
2.        Juara 3 Panembrama Lomba Mapsi tingkat UPTD Kecamatan Pedurungan (2018)

G.      Kesimpulan
Dari perkembangan semenjak ditugaskan di SDN Pedurungan Kidul 04 sampai sekarang.Sekolah telah mencapai hasil yang cukup memuaskan, sehingga dapat untuk diterima di masyarakat Blancir, Pedurungan Kidul. Semua ini adalah berkat kerjasama antara Sekolah, Komite, dan peran serta masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar