A.
Pendahuluan
Tenaga kependidikan di
SD Negeri Pedurungan Kidul 04 terdiri dari kepala sekolah, guru, pramu bakti dan
penjaga sekolah.Kepala sekolah menduduki posisi sangat penting dalam menunjang
keberhasilan pengelolaan sekolah.Direktorat Tenaga Kependidikan senantiasa
memberi perhatian amat serius dalam upaya mendukung perwujudan kepala sekolah
yang profesional, produktif, berdedikasi tinggi, sejahtera, dan memiliki rasa
aman dalam menjalankan profesinya.
SD Negeri Pedurungan Kidul dipimpin oleh
Hirnowo, S.Pd. sejak April 2018 sampai sekarang merupakan salah satu sekolah
yang sedang berkembang menuju sekolah berkualitas. Hal ini didukung
oleh jumlah siswa 247 siswa dan 9 orang tenaga pengajar yang berpendidikan S1
dan D2 dengan fasilitas berbagai kegiatan ekstra seperti pramuka, bahasa
inggris, karate, volley dan masih banyak pengembangan diri yang diajarkan di
SDN Pedurungan Kidul 04.
SDN Pedurungan Kidul
04 juga memiliki Visi yakni Menjadi
Sekolah Dasar Negeri yang unggul dalam prestasi, berkarakter cinta tanah air
dan bangsa, beriman, berwawasan dan sadar lingkungan, kompetitif di tingkat
global berlandaskan kearifan lokal. Serta memiliki misi sebagai berikut.
a) Meningkatkan potensi diri untuk meraih
prestasi dalam bidang akademis dan non-akademis secara nasional melalui
pembelajaran berbasis siswa (UNGGUL DALAM PRESTASI)
b) Mendorong dan membantu siswa untuk giat
belajar, melaksanakan penelitian melalui optimalisasi perpustakaan dan
laboratorium (UNGGUL DALAM PRESTASI)
c)
Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan (UNGGUL DALAM PRESTASI)
d) Menerapkan pembelajaran yang berkarakter serta
menjunjung tinggi nilai budaya daerah dan nasionalisme (BERKARAKTER CINTA TANAH
AIR DAN BANGSA)
e) Menumbuhkan kreatifitas terhadap budaya bangsa
melalui kegiatan ekstra kurikuler olahraga, kesenian, dan ketrampilan
(BERKARAKTER CINTA TANAH AIR DAN BANGSA)
f) Menerapkan pembelajaran yang menuju pada
peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan nilai- nilai
keagamaan serta budi pekerti luhur (BERIMAN)
g) Menumbuhkembangkan sikap sadar lingkungan
dalam pembelajaran yang berkelanjutan (BERWAWASAN DAN SADAR LINGKUNGAN)
h) Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan
yang berstandar nasional serta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan
nyaman (BERWAWASAN DAN SADAR LINGKUNGAN)
i) Mengembangkan kemampuan
berkomunikasi dalam Bahasa Inggris serta menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi secara professional (KOMPETITIF DI TINGKAT GLOBAL BERLANDASKAN
KEARIFAN LOKAL)
Adapun Tujuan yang di ingin kan oleh
Hirnowo yakni
1.
Aspek Fisik
a) Melatih peserta didik untuk disiplin dan
bermotivasi tinggi agar mampu bersaing
di dunia internasional.
b) Membangun budaya sekolah yang disiplin sesuai
standar yang berlaku secara universal (mis: menghargai waktu, budaya antri,
mengerjakan tugas tepat waktu, menghargai orisinalitas, taat pada peraturan
sekolah dan negara, berani mengambil resiko, dll).
c) Merangsang peserta didik agar selalu
berorientasi pada prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
d) Membuka wawasan peserta didik agar dapat
membandingkan kemajuan di negaranya dengan kemajuan di negara-negara lain.
e) Menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.
2.
Aspek Intelektual
a) Mendorong guru untuk menggunakan multi metode
(termasuk riset, penulisan karya ilmiah, dan pembelajaran dengan eksperimen)
b) Mendorong peserta didik untuk menggali
keterkaitan antara etika, sains, estetika, dan teknologi (misalnya kloning)
c) Mendorong peserta didik untuk terlibat dalam
kegiatan interaksi antara kurikulum dengan kehidupan nyata (seperti pelayanan
masyarakat, kepedulian lingkungan, pendidikan kesehatan dan sosial)
d) Mengembangkan kemampuan komunikasi peserta
didik dengan sekurang-kurangnya satu bahasa asing
e)
Menciptakan komunitas dwi-bahasa (Bilingual
Community) dalam sekolah.
f) Mendorong siswa agar mampu mengkomunikasikan
gagasan, baik dalam bahasa asing maupun dalam bahasa ibu secara lisan dan
tulisan
g) Mendorong siswa agar mampu menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah.
h)
Menciptakan situasi “sadar” ICT di sekolah.
3.
Aspek Sosial
a) Mendorong peserta
didik mengerti mengenai masalah-masalah sosial dan berperan aktif dalam
memecahkannya.
b)
Menumbuh kembangkan sikap sadar lingkungan
dalam pembelajaran yang berkelanjutan
c) Menyiapkan peserta
didik menjadi warga dunia yang bangga terhadap budaya bangsanya, mampu berpikir
kritis dan holistik, memecahkan masalah, mandiri serta dapat berkerja sama
dengan orang lain
d)
Mendorong siswa agar
mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
e) Membiasakan siswa
untuk berdiskusi agar bersedia menerima perbedaan pendapat dan bekerja sama
dengan orang lain
f) Mendorong siswa agar
mampu mandiri dan dapat menjalin kerja sama baik dengan orang lain maupun
bangsa lain
g) Mendorong siswa agar
dapat mengapresiasi karya budaya bangsa Indonesia dan bangsa lainnya
4.
Aspek Spiritual
Mengembangkan peserta didik menjadi manusia
Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak
mulia, dan menjadi warga Negara yang demokratis.
Peran
kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan bukan hanya sebagai leader,
tetapi juga sebagai manager dan enterpreuneur.Sebagai leader,
kepala sekolah harus tampil sebagai sosok pemimpin yang berwibawa, tangguh,
tegas, cekatan, menjadi tauladan, dan tepat dalam mengambil keputusan.
Sebagai manager,
sosok kepala sekolah diharapkan mampu berperan dalam mengorganisasi dan
mengoptimalkan seluruh potensi sekolah, termasuk merubah mind-set para
guru untuk membawa mereka menuju ke arah kemajuan.Ini merupakan pekerjaan yang
sangat mendasar, apalagi banyak guru kita yang menggeluti pekerjaannya karena
terpaksa, bukan cita-cita sejak kecil.Hal ini menjadi tugas penting kepala
sekolah untuk menggerakkan mereka agar sekolahnya menjadi maju dan
berprestasi.Selain itu, sosok manajer juga menuntut kepala sekolah mampu
membangun sinergi dengan para stakeholders.Kepala sekolah juga
harus bisa mengevaluasi kinerja yang ada di dalamnya, sekaligus mengatasi
berbagai kendala yang merintanginya. Sedangkan
sebagai enterpreuneur, peran kepala sekolah dituntut mampu memiliki
jiwa yang kreatif, inovatif, dan selalu ingin memajukan pendidikan yang ada di
sekolah yang dipimpinnya.
Keberhasilan merengkuh
prestasi adalah berkat dukungan yang bersifat internal maupun eksternal.
Dukungan internal antara lain berupa: motivasi untuk aktualisasi diri, kerjasama yang sinergis dalam
keluarga, dan keinginan kuat untuk menjadi contoh dan motivator bagi siswa dan
guru. Sedangkan dukungan eksternal mencakup: sekolah yang dikelola, guru secara umum
memiliki semangat untuk maju, siswa memiliki potensi bagus untuk dikembangkan,
serta dukungan yang cukup besar dari orangtua, komite sekolah, dan masyarakat.
B. Permasalahan yang Dihadapi
Pada
saat Hirnowo mengawali tugasnya di SDN Pedurungan Kidul 04 (2018) kondisi
bangunan fisiknya 60% dan sisanya sedang dalam perbaikan..Bangunan sekolah
terdiri dari delapan kelas, satu ruang serbaguna, satu ruang guru, satu ruang
kepala sekolah dan satu ruang perpustakaan.Bangunan sudah tembok dan atap
bergenting dengan plafon yang sudah rapi, Tetapi, ketinggian lantai setiap
kelas di bawah ketinggian halaman sekolah, sehingga jika hujan limbah air hujan
masuk ke dalam kelas dan lumpur mengakibatkan mengganggu KBM.Kurangnya air
bersih dalam sekolah juga sedikit mengganggu.Halaman sekolah yang masih tanah
apabila hujan becek jika kemarau berdebu karna masih dalam perbaikan halaman
dan sedang ditinggikan, kondisi sekolah masih terbuka artinya belum ada pagar
sekolah.Keadaan guru pengajar di SDN Pedurungan Kidul 04 terdiri dari lima guru
PNS dan beberapa guru NON ASN.
Sekolah tersebut juga belum
memiliki sarana penunjang belajar yang memadai, seperti komputer, laboratorium,
lapangan olahraga, dan lain-lain.Adapun kurikulum pembelajaran yang diterapkan
di SDN Pedurungan Kidul 04 yaitu penerapan Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS), sehingga memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan
dan potensi yang ada di sekolah. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada siswa, antara lain Contextual Teaching and
Learning (CTL), Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan (PAIKEM), dan memanfaatkan Information
Communication Technology (ICT).
Kurikulum SD Negeri Pedurungan Kidul 04 merupakan kurikulum
operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh SD Negeri Pedurungan Kidul 04 yang
terdiri dari Tujuan, Visi, dan Misi Pendidikan SD Negeri Pedurungan Kidul 04,
Struktur dan Muatan Kurikulum, serta Kalender Pendidikan SD Negeri Pedurungan
Kidul 04. Dalam Penyusunan Kurikulum ini, SD Negeri Pedurungan Kidul 04
berorientasi pada panduan yang disusun BSNP dan kondisi lingkungan dengan
menerima berbagai masukan dari beberapa pihak, diantaranya para guru, Komite Sekolah, dan Dewan
Pendidikan Kota Semarang (DPKS).
C. Strategi Pemecahan Masalah
Berangkat dari
persoalan-persoalan tersebut, Hirnowo lantas menggulirkan tujuh strategi untuk
melakukan optimalisasi pengelolaan sekolah, yakni peningkatan kualitas MBS
(Manajemen Berbasis Sekolah), peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga
kependidikan, peningkatan kualitas proses belajar mengajar (metode PAKEM dan
bilingual), peningkatan sarana dan prasarana belajar, peningkatan kegiatan
ektrakurikuler, peningkatan sistem informasi dan manajemen, dan peningkatan
partisipasi masyarakat.
Sejak memimpin sekolah
tersebut, Hirnowo selalu melibatkan guru, komite sekolah, pengawas sekolah, dan
orangtua siswa dalam menyusun program sekolah. Untuk meningkatkan
profesionalisme guru, ia telah merekomendasikan guru untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi lagi serta memberikan pelatihan untuk para guru
agar guru di SDN Pedurungan Kidul 04 lebih professional lagi. Para guru juga
ditingkatkan kompetensinya, baik dalam penyusunan Kurikulum 2013, Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dan pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Tecnologi), pembuatan alat peraga sederhana, penggunaan
komputer dan internet, hingga kemampuan kompetensi lain.
Hirnowo juga telah berhasil
memberbaiki sekolah dengan cara meninggikan halaman sekolah agar rata dengan
jalan dan menjadi tampak lebih baik. Dana renovasi bangunan sekolah tersebut
ada yang berasal dari pemerintah (MOU dan DAK), ada pula yang berasal dari
sumbangan orangtua murid.Kerjasama yang apik pun diranjang nya untuk memajukan
sekolah SDN Pedurungan Kidul 04 menjadi sekolah Adiwiyata.
Selain itu, SDN
Pedurungan Kidul 04 juga bergelimang prestasi, yang diperoleh oleh siswa,
baik di tingkat kecamatan hingga kota. Hirnowo berharap SDN Pedurungan Kidul 04
tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik saja melainkan dibidang kesenian
dan olahraga.
D. Faktor Pendukung
Peran serta masyarakat, komite
sekolah, dan masyarakat sekolah merupakan modal utama dalam menentukan
keberhasilan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, Hirnowo
menyadari dalam hal ini untuk meningkatkan keberhasilan sekolah selalu
melibatkan mereka dalam musyawarah sekolah. Hal ini dapat dilihat dari setiap
kali menentukan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) selalu melibatkan komite
sekolah.
E. Langkah-langkah kegiatan
Upaya dalam rangka untuk mencapai
tujuan tersebut adalah memberdayakan peran serta komite sekolah dengan
masyarakat serta tenaga pendidikan yang ada di SDN Pedurungan Kidul 04. Adapun
langkah –langkahyang dilakukan sebagai berikut.
1.
Mengadakan musyawarah dengan guru dan komite sekolah.
2.
Mengadakan musyawarah dengan masyarakat utamanya orang tua
wali murid.
3. Hasil musyawarah antara orang tua murid dengan komite
untuk menyetujui kegiatan yang direncanakan sekolah beserta dukungan
pendanaannya.
F. Hasil yang Dicapai
Selama 8 bulan memimpin
SDN Pedurungan Kidul 04, sudah banyak sekali hasil yang telah dicapai baik dari
kondisi fisik bangunan sekolah maupun prestasi siswa juga kompetensi guru. Adapun
yang telah dicapai dalam pengembangan kondisi fisik antara lain:
1.
Meninggikan sekolah dengan membuat proposal kepada dinas
BBWS
2.
Membuat proposal kepada perusahaan besar disekitar sekolah
untuk membuat pagar sekolah
3.
Penanaman pohon buah sebagai peneduh / penghijauan sekolah.
4.
Pemasangan paving di halaman sekolah
5.
Pembenahan saluran air dan sanitasi
6.
Pembangunan sumur bor
7.
Pemasangan jaringan instalasi internet untuk kesejahteraan
dalam menjalankan pekerjaan.
8.
Perencanaan pembuatan taman sekolah
9.
Pembangunan kamar mandi tambahan untuk siswa
10.
Pembangunan Mushola untuk pengembangan karakter siswa.
Adapun dalam hasil prestasi siswa
antara lain:
1.
Juara 1 O2SN Senam Lantai Putra (2018)
2.
Juara 3 Panembrama Lomba Mapsi tingkat UPTD Kecamatan
Pedurungan (2018)
G. Kesimpulan
Dari perkembangan semenjak
ditugaskan di SDN Pedurungan Kidul 04 sampai sekarang.Sekolah telah mencapai
hasil yang cukup memuaskan, sehingga dapat untuk diterima di masyarakat Blancir,
Pedurungan Kidul. Semua ini adalah berkat kerjasama antara Sekolah, Komite, dan
peran serta masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar